Tampilkan postingan dengan label Apa Anda Tahu?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apa Anda Tahu?. Tampilkan semua postingan

Sandro Del-Prete, Pelukis dengan Ilusi Optik

Sandro Del-Prete adalah seorang seniman lukis yang lahir di Bern, Swiss pada tahun 1937. Dia masuk kuliah di Freiburg dan memperoleh gelar diploma dalam mata kuliah umum. Menggambar dan lukisan telah hobi favoritnya sejak kecil, dan ia pergi ke Florence untuk menghadiri Akademi Seni.


Dia mengembangkan usaha bisnis dan tak lama kemudian menikah. Istrinya Yolanda melahirkan dua putra dan selalu mendukung drinya dalam dunia seni. Yolanda beserta banyak orang dia telah temui selama bertahun-tahun dalam hidupnya telah memberikan inspirasi bagi yang tak tertandingi seninya.

Dalam mengembangkan seninya, Sandro del Prete menciptakan istilah "Illusorism", yang berarti proses delusi optik saat menggambar. Delusi ini sebenarnya ilusi optik dalam arti kata luas. Efek ilusi dari Illusorisms didasarkan pada kesengajaan menyesatkan pengamat -, seperti halnya dengan ilusi dalam sulap. Namun, hal itu didasarkan pada prinsip yang sama sekali berbeda. Hasil karyanya ini, yang mengacu pada perspektif ganda. Dimana objek gambarnya dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Ia sendiri belajar teknik cahaya dan bayangan, desain bentuk, warna dan elemen struktur dari seniman ternama seperti Michelangelo, Rembrandt dan Rubens.

Dia mulai untuk mencurahkan seluruh waktunya untuk penciptaan gambar ilusi dan pada tahun yang sama ia membuka galeri di Bern, yang sangat sukses. Beberapa tahun kemudian, ia membangun galeri seni Illusoria-Land, yang terletak di Ittigen, Swiss.

Sandro Del-Prete berusaha untuk menciptakan karya paling detail dan realisme. Dalam mencapai tujuan, dia telah menciptakan karya seni di mana batas antara realitas dan imajinasi, dan tidak memiliki batas yang jelas.

Inilah Contoh Hasil Karyanya :






Yoghurt Dapat Menghilangkan Depresi

Minuman susu fermentasi atau biasa dikenal dengan yoghurt ternyata mempunyai kemampuan dalam mengobati depresi. Pernyataan tersebut didasarkan pada laporan ilmiah yang diterbitkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences.



Menurut peneliti asal Irlandia, probiotik, atau bakteri baik, memiliki potensi untuk mengubah kimia otak dan mengurangi kecemasan dan gangguan terkait depresi.
Penelitian tersebut berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan terhadap seekor tikus yang mengonsumsi probiotik Lactobacillus rhamnosus. Mereka menemukan, tikus yang diberi probiotik memiliki tanda-tanda lebih sedikit mengalami stres, kecemasan, dan depresi. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat hormon stres corticosterone jauh lebih rendah.
Peneliti mengklaim, ini adalah penelitian pertama yang membuktian bahwa probiotik mampu mempengaruhi kimia otak. Para ilmuwan mengatakan bahwa bakteri dalam usus "berkomunikasi" dengan otak melalui saraf yang disebut vagus.
"Tanpa melebih-lebihkan, penelitian ini membuka jalan bahwa kita bisa mengembangkan terapi yang dapat mengobati gangguan kejiwaan dengan usus sebagai sasarannya. Anda bisa mengonsumsi yoghurt dengan kandungan probiotik di dalamnya dan bukan dengan sebuah antidepresan," ujar Profesor John Cryan dari University College, Cork.
Namun, ia menekankan bahwa orang yang menderita depresi tidak bisa begitu saja mencari solusi dengan hanya membeli segala jenis yoghurt di pasaran.