Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kisah Seorang Pendoa

Kisah Seorang Pendoa

Ketika kumohon kepada Alloh kekuatan,
Alloh memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika kumohon kepada Alloh kebijaksanaan,
Alloh memberiku masalah untuk dipecahkan

Ketika kumohon kepada Alloh kesejahteraan,
Alloh memberiku akal untuk berfikir

Ketika kumohon kepada Alloh keberanian,
Alloh memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon kepada Alloh sebuah cinta,
Alloh memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon kepada Alloh bantuan,
Alloh memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan

Doaku terjawab sudah …

kehidupan tercipta selalu berpasangan. Ada pasangan yang saling melengkapi. Sebaliknya ada pasangan yang saling ‘memusuhi’. Namun, dengan mata kebijaksanaan kita akan melihat bahwa setiap pasangan mengandung pesan kebajikan dan kebijakan yang luar biasa dalam. Bersyukurlah orang-orang yang rajin dikunjungi oleh sinar-sinar kebijakan hidup ini. Mereka memahami sesuatu dengan cara pandang yang melampaui pengharapan egoisme diri. Mereka yang memahami pencapaian kebahagian melalui jalan pengorbanan. Merekalah orang-orang yang selalu mengikat makna dari setiap proses hidup ini, betapun pahit terasa.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, seorang resi manajemen berujar: suka-derita, teman-musuh, pujian-makian, sukses-gagal, keduanya adalah kekayaan kehidupan yang sama-sama berguna. Ketika sukses, gembira temannya. Tatkala gagal, jangan lupa kita sedang diproduksi jadi dewasa. Teman memang sumber tawa canda. Namun, musuh adalah guru sejati yang dikirim oleh tangan-tangan kehidupan. Pujian adalah sumber motivasi. Dan makian adalah palu godam yang membuat sang kepribadian menjadi kuat.

asah dan miliki inner wisdom yang bersumber pada kekuatan untuk bersikap arif dalam menyikapi berbagai peristiwa pahit hidup ini. Sehingga, tiada alasan lagi untuk berkeluh kesah menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan Sang Pencipta. Karena kita sadar selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa. Hikmah yang membuat kita tumbuh dewasa.

Andreas Harefa menyebutnya sebagai pelajaran bersyukur, pelajaran pertama dalam sekolah kehidupan kita. Bersyukur tidak hanya dikala suka, yang pasti sudah sering kita lakukan, tapi juga dikala duka, yang pasti jarang kita lakukan. Yang pertama menghasilkan orang yang bisa besyukur dan yang kedua mencetak orang yang mahir bersyukur. Bersyukur membuat mata pikiran [eye of mind] dan mata batin [eye of spirit] kita terbuka lebih lebar, sehingga dapat melihat berbagai kemurahan Tuhan yang nyata-nyata telah [bukan akan] diberikanNya dalam hidup kita.


Neale Donald Walsch menulis secara jernih tentang tema ini dalam Frienship With God: “The day will come when you will review your life and be thankful for every minute of it. Every hurt, every sorrow, every joy, every celebration, every moment of your life will be treasure to you”

hmm..

ktika mimpimu yg bgitu indah..
tak prnah trwujud..
Brsabarlah..

saat kau brlari mngejar anganmu..
n tak prnah sampai..
Brsabarlah..

apapun yg trjadi..
Allah slalu ad untukmu..
jgnlah kau brsedih..
coz everything's gonna be okay..

Sin chong she ser ser ker yiu Allah..
Allah ping fook wo men tek cha niyen..

Menjaga Kehormatan

wahai ukhti jagalah kehormatanmu

jagalah kehormatanmu. ibarat kehormatanmu adalah seperti rumah yang didalamnya banyak harta.

Bila engkau percaya kunci untuk masuk itu ada. maka Kuncinya berada di tanganmu

banyak para pencuri yang ingin memasuki rumahmu itu wahai ukhti

jika ukhti membuka pintunya dan membiarkan rumahmu terbuka maka pencuri akan leluasa. Seakan kau katakan kepada si pencuri, "Silahkan!" Lalu ketika ia telah mencuri, engkau berteriak, "Maling! Tolong ada maling! Saya kemalingan!

Jika engkau telah menyadari bahwa laki-laki tersebut adalah srigala sedang dirimu adalah seekor domba, maka tentu engkau jauh-jauh hari sudah menghindarinya sebagaimana domba yang menghindari srigala. Kalau engkau tahu bahwa laki-laki tersebut adalah pencuri, pasti engkau akan bersikap hati hati seperti halnya si kikir yang takut hartanya dicuri.

ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

Kita terkadang bingung dengan arti dari'Bismillahirrahmanirrahim yg berarti'atas nama ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
'
ini hanya masalah dalam bahasa'penjelasan dari ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG mungkin tiap orang menafsirkannya berbeda-beda tapi menurut ane yg awam ini,sepertinya pengertiannya adalah:
Maha pengasih berarti ALLAH tetap mengasihi semua makhluk ciptaannya termasuk jga yg ingkar sekalipun.

ALLAH tetap memberinya rezeki,kehidupan,kesenangan dan nikmat yg lainnya...itulah sehingga ALLAH mempunyai nama lain'yg maha pengasih...yg paling pengasih
coba bayangkan apabila ALLAH tidak maha pengasih...maka tidak akan ada pertentangan didunia ini,semua akan menjadi jelas'yg ingkar denganNYA akan mati cepat,mengalami kesialan terus menerus dan terkutuk tapi kenyataannya tidak...baik islam,kristen,hindu,budha dll,memiliki orang yg sukses dalam hidupnya

Tapi selain maha pengasih ALLAH juga menambahkan kalau DIA maha penyayang...memang semua ciptaannya di kasih kehidupan,rezeki dan apa saja didunia dengan tanpa pandang bulu'tapi ingat dikasih belum tentu anda disayang...hanya yg taat dan mematuhi perintahNYA Lah yg DIA sayangi...

Seperti dermawan yg menyumbangkan harta bendanya kepada anak yatim piatu'si dermawan memberi seperti halnya dia memberi uang kepada anak-anaknya dirumah tetapi dibalik itu,dia hanya sayang dengan anak2nya dirumah..bkan cuma memberi harta benda tp dia akan tempatkan disisinya tuk selama-lamanya
'semoga kita semua termasuk orang yg dikasihi dan disayangi oleh ALLAH'

Mengapa Perempuan Muslim itu Harus BERJILBAB?

"Mengapa Harus Berjilbab"

Belum Berjilbab,Karena
  1. Hati masih belum mantap untuk berjilbab.
    Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib ko
    Wahai saudariku.Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab?Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala? Ingatlah saudariku. Bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya..?
  2. Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah
    Duhai saudariku.Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan?
    Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.
  3. Aku kan masih muda
    Saudariku tercinta. Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,
    Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati..? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…
  4. Jilbab bikin rambutku jadi rontok
    Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut,
    “Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit.
    Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)
  5. Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku
    Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah. Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki..!
    Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka..?
  6. Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.
    Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi.
    Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik…!
  7. Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.
    Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia.
    Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian..?
    Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabbmu menjadi cemburu.
  8. Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab
    Saudariku.Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut.
    Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya: “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik “(Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).” menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ‘segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian?

Selamat membaca. Selamat Berjilbab untuk perempuan muslim :)